Kemarin aku membaca sepenggal tulisan dari sebuah pamflet kecil yang dibuat oleh temanku, disitu tertulis kata-kata kurang lebih seperti ini “Tak harus punya sayap, tak harus jadi malaikat untuk bisa menolong orang lain…(ya seingatku si begitu, maklum aku pikun akuttttt). Dan kata-kata itu kembali bergema disiang hari kemarin.
Panas matahari seakan memaksa setiap butir keringat membasahi setiap inci permukaan kulit, meryisakan rasa lembab yang menyebalkan. antrean loket pembayaran di kampus begitu panjang. fuuuuh, maklum ujian sudah akan dimulai nanti sore. jadi bagi mahasiswa yang berkantong tipis nyaris bolong semacam aku dipastikan akan ikut antrean hari ini. ha…ha…..kloter terakhir!!!! ga masalah karena aku cukup bangga aku yang aneh,pikun, dan ceroboh ini sudah bisa bayar kuliah sendiri walaupun hari terakhir. he………(narsis ceritanya)
Cerita berlanjut, didepanku berdiri seorang ibu yang sejak tadi juga berjuang menunggu namanya dipanggil. detik-detik berlalu berganti menit-menit dan berubah menjadi jam-jam yang begitu panjang. akhirnya jam ditanganku menunjukkan pukul 14.00, dan sekarang tiba giliran ibu di depanku itu…..”Bu, belum bayar SPP semester ini ya?” pegawai bagian administrasi menatap ibu yang berdiri di depanku. “Kalau gitu, ibu ga bisa ikut ujian”. tanpa basa-basi formulir ibu itu dikembalikan. uuuuuuuuuuuh, dasar pegawai sadis!!!!! batinku dalam hati. Ibu tadi memohon kebijaksanaan, tapi pegawai itu ga tersentuh sedikitpun….(T.T) akhirnya Ibu dihadapanku berlalu begitu saja. kecewa, lelah karena berdiri berjam-jam tanpa hasil apapun.
Pendidikan yang begitu mahal, kesempatan yang begitu terbatas, seandainya aku bisa melakukan sesuatu untuk ibu itu. meminjamkan sedikit uangku?? tapi sayang aku juga bagian dari antrean hari ini. hanya saja aku lebih beruntung bisa menabungkan sebagian kecil uangku untuk berhasil melalui antrean panjang hari ini.Ibu yang ku temui tadi siang membuat aku belajar tentang satu hal, mendahulukan keinginan, atau kebutuhan?????
aku ingat, sering kesal waktu ibuku memberi jeda yang panjang untuk sekedar mengabulkan keinginanku. padahal itu bukan hal yang sulit…. misalnya mengganti HPku yang udah kadaluarsa. Ibu bilang,ga semua keinginan kita dapat terkabul dengan mudah, ada hal yang lebih penting dari itu. saat sesuatu yang kita inginkan ternyata jauh lebih diperlukan orang lain itu akan memberikan makna yang lebih berharga. Misalnya,(ibuku suka kasi contoh sih……) saat kamu melihat Hp yang bagus terpajang di estalase toko, kamu ingin membelinya dan berjanji akan menabungkan setiap uang yang didapat. tapi begitu uang itu sudah terkumpul, saat bersamaan saudaramu sakit dan harus di opname, jadi apa kamu tega punya Hp bagus tapi biyaya opname saudaramu nunggak???? hiyaaaaaa contoh yang aneh ya???? (kasian ibuku…..)
tapi karena melihat peristiwa dikampus kemarin, contoh ibuku itu jadi punya nilai.he…..he…..waktu aku cerita kejadian itu sama ibuku, ibuku cuma senyum sambil bilang “makanya jangan banyak ngeluh, banyak bersyukur. kita ga tahu apa yang akan terjadi besok.”
kata-kata itu kembali terdengar “tidak harus punya sayap untuk jadi malaikat…..”, sedikit rasa empati, lebih dari cukup untuk menunjukkan kalau kita juga layak menjadi malaikat.
Nb :”Tuhan, berikan segala kemudahan untuk setiap masalah yang Kau anugrahkan pada kami, dan anugrahkan juga pada kami lebih banyak senyum, untuk kami bagi kepada setiap orang yg bersedih”



