Ahaaa…..muncul lagi di dunia blog..hampir 99% aku melupakan cara mengoprasikan blog..hahahahahahaha dasar payah…tapi sekarang lagi kepengen nulis lagi oey….
aku mengawali tentang sebuah cerita sederhana, tapi buat aku cukup menghentakkan hatiku. maka aku menulis cerita ini untuk suatu pertanda blogku aktif lagi, selebihnya agar aku bisa mengenang cerita ini tiap kali aku membuka blogku:P
Aku belajar memeluk dari Ai
25 november 2009,
Ainun (dalam bahasa arab, artinya mata) aku biasa memanggilnya Ai (Ai setahuku dalam bahasa mandarin artinya cinta
) gadis kecil yang selalu tersenyum dan berlari ke arahku tiap kali aku menapakkan kaki di sekolah. Sama seperti pagi-pagi biasanya dia memelukku agak lama, mengajakku berputar-putar sejenak baru kemudian melepaskanku.
Ai itu pandai menggambar dan mewarnai, meskipun pelajaran lain juga dia tergolong mampu. Yang paling ku ingat adalah saat dia menangis dia akan menutup seluruh wajahnya dengan kerudungnya, seolah-olah ingin menyembunyikan wajahnya yang sedang bersedih.
Minggu ini, dia mengalami sedikit masalah.
Ai sering menangis ketika jam makan siang. Dia menolak makan dan menangis histeris, ketika wali kelasnya mulai membujuk. Sampai suatu hari orang tua Ai dipanggil.
Bunda Ai bercerita banyak hal.
Pada awal perkembangannya Ai tidak seperti anak seusianya. Di umur satu tahun Ai baru mampu mengucapkan satu kata”ibu”. Dan dokter sempat memvonisnya menderita kebisuan, bahkan parahnya lagi Ai terancam gangguan mental( Saat mengatakan itu bunda Ai tak kuasa menahan air matanya). Namun karena stimulus yang baik Ai bisa bertahan dan bersekolah selayaknya anak pada umumnya. Namun tentu saja masih ada beberapa hal yang tersisa dari masa lalu Ai itu. Diantaranya Ai kurang pandai mengungkapkan keinginannya. Jika Ai tidak suka pada suatu hal, dia akan rewel sama seperti kali ini.
Kemudian kami tiba pada satu kesimpulan. Ai menolak makan siang karena dia belum lapar, dan dia membahasakannya dengan air mata. Sampai disana aku merasa semuanya hening…..
Bunda Ai melanjutkan ceritanya, kali ini dengan aksen wajah yang berbeda, Ai sering menceritakan tentang Bu ayu (huwa…aku kaget…..) Ai sering menulis cerita dan puisi tentang bu ayu. Maka harapannya bu ayu bisa menemani Ai, dan membantu memotivasi Ai. Aku diam untuk beberapa saat, aku tahu mataku berkaca-kaca, yang ku ingat aku pernah menerima lemaran-lemabaran kertas yang memang berisi tulisan-tulisan yang Ai sebut puisi. Kata-katanya sedehana khas anak kelas 1 SD. Amplopnya dia lipat sendiri, kentara sekali lemnya belum kering benar. Aku sesak, Aku menyesal karena tak pernah benar-benar membaca bahasa sederhana dari Ai. Aku terlalu disibukkan dengan jam-jam yang berputar terlalu cepat.
Maaf Ai, aku janji mulai besok akulah yang akan menghampiri dan memeluk Ai lebih lama…




Holaaaaa…..lama sekali tak menjamah blog ini..jadi miss u gimana gitu…masalahnya akhir-akhir ini aku rada kecanduan maen Face Book, kalau mau protes, sana sama bhatari ajah…he…:) dia tu yang ngajarin nyoba-nyoba face book. gini deh jadinya, 24 jam rasanya kurang buat FBan…huwahahahahaaaaa (baca;norak abiz)




